INI 9 TIPS SEBELUM BELI RUMAH BEKAS

Membeli rumah bekas/second itu seperti membeli sebuah mobil. Harus dicermati banyak hal sebelum membeli. Paling mencolok ketika akan anda tempati nantinya pasti ada imbas ke system Mekanikal elektrikal dan arsitektural. Dari sisi arsitektural misalnya pengecatan, plesteran dan acian yang ada kemungkinan mengelupas karena usia ataupun jamuran . Dari sisi Mekanikal elektrikal juga tak kurang harus diperhatikan seperti pemipaan air bersih, air kotor terutama dari sisi sambungan ataupun terjadinya mampet. Hindari mmbeli sebuah rumah bekas yang nantinya bisa menimbulkan banyak biaya perbaikan.

Pada dasarnya, membeli rumah bekas itu tidak sulit sepanjang memiliki parameter yang solid dalam mengambil keputusan untuk membelinya. Ini dia paramater tersebut:

a) Anggaran Beli Rumah
Berapa yang ingin anda anggarkan untuk membeli rumah? Jangan lupa harus ada sisa untuk perbaikan karena perbaikan ini ataupun renovasi akan menyedot banyak biaya. Banyaknya biaya ini relatif , namun jika hanya ingin memperbaharui system yang ada di dalamnya ,biaya ini tidak lebih dari 15%-20% kecuali akan ada penambahan ruangan dan lain lain. Perlu diperhatikan lagi, jangan asal menambah ruangan dilantai diatasnya jika anda tidak mengetahui kolom,balok dan sloof yang sudah ada karena akan mengurangi kekuatan bangunan.

b) Plan ahead
Rencanakan jauh jaug ke depan. Kebutuhan akan ruangan untuk anak anak anda. Jika mereka makin lama makin besar, tentunya mereka menginginkan kamar sendiri bukan? Namun jika anggarannya terbatas, rumah yang sesuai budget anda juga sudah cukup. Jika harus menambah ruangan, rumah anda bisa dijual dan membeli lagi yang lebih besar.

c) Survey mendalam
Jangan mengandalkan cerita orang. Survey kelokasi yang akan dibeli. Apalagi sekarang sudah canggih , sudah bisa mengirim foto rumah via hape. Jadi anda tinggal meminta pemilik rumah untuk mengirim foto keadaan rumah.
Apakah ini cukup? tentu saja tidak.Anda harus survey sendiri kesana. Kelengkapan berkas harus anda cek. Mulai sertifikat ke BPN, status IMB dan lain lain.

d) Scoring
Lakukan scoring atau penilaian. Setelah anda melakukan survey, buatlah semacam resume. Mana saja yang lebih cocok menurut anda.

e) Lakukan Lagi Survei Lapangan
Lakukan survey lapangan ke scoring 3 besar yang sdah anda buat. Jangan buru buru dalam menentukan sebuah rumah.

f) Periksa Lebih Detail
Coba bertanya ke sekeliling rumah yang akan dijual.Apakah pemilik pernah memiliki masalah sebelumnya? Masalah dengan tagihan dan lain lain. Jangan lakukan sebuah penawaran jika anda masih belum yakin dengan rumah tersebut.

g) Periksa Dokumen Legal Rumah
IMB itu penting sekali, terlebih jika kamu berencana mengambil kredit rumah untuk membayar rumah bekas yang kamu inginkan.Tanpa IMB, jangan harap kredit akan cair dari Bank.

h) Bayar Uang Muka Sebagai Tanda Jadi
Ya, jika semua poin di atas telah terpenuhi, maka segeralah bayarkan uang sebagai tanda jadi yang sah dan pasti. Jangan tunda-tunda lagi, karena bukan hanya kamu, bahkan penjual dapat berubah pikiran untuk menjual rumah tersebut.

Rumah adalah investasi jangka panjang apalagi jika akan anda tempati. Maka pikirkanlah secermat cermatnya sebelum mengambil keputusan.

About stevenmoshe

No Comments

Be the first to start a conversation

Leave a Reply

  • (will not be published)