Mengaplikasikan cat merupakan cara paling mudah yang dapat dilakukan untuk memberi sentuhan keindahan pada sebuah rumah. Hasil akhir pengecatan selain ditentukan oleh kualitas cat juga tergantung dari alat aplikasi yang digunakan.

Salah satu cara aplikasi pengecatan adalah dengan kuas dan roll walaupun masih ada juga tehnik lainnya seperti dengan sponge, kain,dengan semprot dan lainlain. Kuas biasanya dipakai untuk mengecat permukaan dinding yang tidak rata dan bagian yang membutuhkan ketelitian.

Tak hanya itu, kuas cat juga digunakan untuk mengecat bagian yang tidak terjangkau oleh roller cat. Untuk besarnya pegangan kuas sudah disesuaikan oleh pabrik, semakin besar luasan kuas sapu maka semakin besar pegangan kuas.

Untuk mendapatkan hasil pengecatan yang sempurnamenggunakan kuas, ada baiknya jika Anda periksa bulu sikat dari kuas yang Anda gunakan. Pastikan bulu sikat kuas tidak terlalu kasar atau juga tidak terlalu halus.Perhatikan ujung kerataan barisan bulu sikat. Untuk memastikan hasil yang paling baik, Anda bisa menggunakan gunting untuk memotong bulu sikat kuas.

Teknik penempatan bulu kuas pada saat Anda menyapukan cat di dinding juga perlu Anda perhatikan diantaranya yaitu:

Untuk bidang luas ada baiknya menggunakan kuas yang lebar dan diaplikasikan searah. Jika anda aplikasikan kiri kekanan makan selanjutnya pun lakukan dari kiri ke kanan, begitu juga jika anda lakukan naik turun maka teruskan dengan gerakan naik turun.

Jika Anda ingin pengecatan yang rapi membentuk garis di mana dua sisi atau warna bertemu, yang disebut gunakan ujung bulu kuas dengan miring .

Untuk posisi yang harus menempatkan cat pada posisi yang memiliki luasan kecil, sebaiknya Anda menggunakan ukuran bulu kuas yang kecil.
Berikut kami ulas step by step pengecatan yang benar mulai dari awal dinding sudah diaci (rata)

Persiapan sebelum mengecat
Setelah memilih cat dengan warna dan kualitas yang baik, selanjutnya adalah menyiapkan bahan pendukung lain seperti plamuur dan air bersih.Kemudian menyiapkan alat untuk mengecat seperti: kuas (ukuran yang disesuaikan), rol, wadah cat, ampelas kertas atau yang gulungan secukupnya, sekrap plastik, sekrap dari plat besi tipis, tangga atau meja kerja.

Pengecatan dinding yang baru harus diplamir dengan plamuur yang berguna untuk menutupi plasteran, gunakan plamuur yang telah jadi dalam bentuk serbuk (seperti semen putih) yang berwarna putih. Caranya campurkan semen putih tadi dengan air secukupnya hingga berbentuk pasta balurkan pada seluruh permukaan tembok secara merata menggunakan sekrap plastik. Setelah kering ulangi sekali lagi hingga permukaan plasteran tertutup dan halus.
Kemudian di haluskan dengan ampelas pada bagian yang belum halus atau masih terlihat kasar. Jika dinding telah ditutupi dengan acian (terbuat dari semen abu-abu), maka dinding harus dicat dengan wall sealer (cat dasar) terlebih dahulu. Sealer sealer berfungsi sebagai perekat antara cat dengan acian.
Berdasarkan pengalaman, cat eksterior tidak perlu dicampur dengan air agar tidak mudah pudar. Sedangkan cat pada ruangan dalam rumah (interior) dapat dicampur dengan air sekitar 5 hingga 15 persen.
Buka tutup cat secara perlahan dengan cara mencongkel dengan obeng kearah memutar agar tutup tidak mudah rusak dan nantinya dapat ditutup kembali. Sebelum dituang ke dalam wadah lain, cat harus diaduk terlebih dahulu, agar seluruh bagian cat yang mengendap dapat larut dan warna menjadi rata.
Masukkan ke dalam wadah lain secukupnya, gunakan rol atau kuas sesuai dengan kebutuhan. Gunakan rol untuk mengecat permukaan dinding yang luas, dan pada bagian pojok atau sudut dinding gunakan kuas 3 inchi atau 2,5 inchi.
Pengecatan tidak boleh tergesa-gesa dan harus perlahan agar cat tidak menetes dan berserakan di bawahnya.

Jika ada daerah yang tidak seharusnya kena cat, dinding atau bagian lain ( misal kusen jendela atau pintu) bisa anda tutup dulu dengan Tape kertas agar cat tidak menimpa ke bagian tersebut, Jangan gunakan sejenis lakban berbahan plastik atau yang berwarna karena akan meninggalkan bekas di dinding yang susah untuk di kerok.

Ketika mengecat dinding yang lama (dinding sudah pernah dicat sebelumnya), pastikan dinding dibersihkan dari kotoran dan diampelas agar permukaan tembok menjadi halus, kemudian dicat.
Pada dinding yang tinggi, gunakan meja kerja (bangku) atau Anda bisa mengikat rol pada kayu yang panjang.
mengecat ulang dinding
Ulangi pengecatan sebanyak dua kali hingga permukaan dinding rata dan tertutup cat. Jika cat belum kering, jangan diulangi terlebih dahulu agar tidak mengelupas.
Tahap terakhir adalah melakukan pengecekan pada bagian dinding mana yang perlu diulang dan belum sempurna hasilnya.

 

About stevenmoshe

No Comments

Be the first to start a conversation

Leave a Reply

  • (will not be published)